Thursday, May 25, 2017

Kampung Melayu Bomb: I was there, running for my life

Sumber: Twitter

BOOM. Suara itu terdengar begitu dekat, tetapi tidak terlihat tanda-tanda adanya ledakan di dekat situ. Ah, paling suara knalpot mobil orang, pikir gue saat itu. Bodoh.

"Kayak... suara bom?" Ucap nyokap gue, yang duduk tepat di sebelah gue di sebuah angkot menuju Kampung Melayu.

"Lah memang Mama pernah denger suara bom kayak gimana?" tanya gue, masih bercanda. Nyokap gue agak tersenyum dengan ucapan dia sebelumnya. Ya secara logika seorang April, mana mungkin ada bom di wilayah kayak gini: bukan kawasan elit, bahkan cenderung kumuh.

Angkot yang gue tumpangi akhirnya sampai di tempat pemberhentian terakhirnya, yaitu di bawah flyover Kampung Melayu. Turun dari angkot, gue dan nyokap melihat pemandangan yang berbeda dari hari-hari biasanya: banyak orang berkumpul melihat ke satu titik di sebelah toilet tepat di dekat halte Transjakarta, di mana ada asap mengepul tebal.

Tuesday, March 28, 2017

Pencapaian (2)

Jujur, gue masih suka iri ngeliat teman-teman gue yang udah sukses meraih mimpinya. Berbagai hal biasanya memenuhi kepala gue tepat setelah kabar yang seharusnya bahagia itu terdengar:

"Kok dia keren banget sih bisa bla bla bla?"
"Apa sih yang dia lakukan supaya bisa begitu?"
"Kenapa lo ngga bisa kayak dia, Pril?"
"Sekarang apa yang akan lo lakukan biar bisa sukses kayak dia?"

Gue ngga bisa memungkiri bahwa gue sedikit merasa... well, apa ya... terintimidasi dengan kesuksesan mereka? Lalu gue melihat diri gue seperti orang yang gagal: lo ngapain aja selama hidup lo, Pril? Mereka aja udah bisa jadi bla bla bla sementara lo masih stuck di tempat yang sama.

Monday, March 27, 2017

Pencapaian (1)

Dulu gue dianggap sebagai anak yang pemalu dan pengecut. Gue masih inget masa-masa di mana gue takut untuk pergi ke toilet karena gue ngga punya nyali untuk izin ke guru TK gue. Ah, belum lagi insiden telur putih yang saat ini masih terbayang jelas di pikiran gue.

Singkatnya, di TK gue dulu ada jam makan siang di mana pihak sekolah nyediain makanan untuk setiap muridnya. Ada satu peraturan utama yang harus dipatuhi seluruh murid: ngga boleh menyisakan makanan pada piring masing-masing. Waktu itu, menu makan siangnya adalah nasi goreng telur ceplok (yeah, kerennya sih sunny side up). Karena gue ngga suka bagian putih dari telur, gue menyisihkan telur putih di pinggir piring. Selesai jam makan siang, guru gue manggil gue setelah ngeliat seonggok telur ceplok yang bolong pada bagian kuning telurnya di piring gue. Intinya semuanya terjadi dengan begitu cepat. Satu hal yang gue tau, guru gue maksain itu putih telur masuk ke dalam mulut gue. Dan gue tidak memberikan perlawanan apapun.

Friday, January 6, 2017

College Friends




Me in the group:
The only one in computer science major.
The only one who cannot act cute in front of camera.
The only one who is not photogenic and doesn't like sushi.
The only one who is not on Instagram, Snapchat, and Path.
The only one who would rather to stay at home than going to shopping mall.
The only one who is secretive and confusing.
.
.
.

Sunday, July 3, 2016

Angelina Jolie Again


Niatnya mau bikin WPAP Art Potrait gitu kan pake Illustrator, tapi pas diwarnain malah jadi kayak badut :(

Sunday, June 19, 2016

Dilan

Milea, kamu cantik. Tapi aku belum mencintaimu.
Engga tau kalo sore. Tunggu aja.”
(Dilan, oleh Pidi Baiq)
---