Thursday, December 9, 2010

10 years from now

15 Tahun. Itu umur gue. Udah 15 tahun gue hidup. Tapi gue masih bisa ngerasain gimana enaknya jadi anak kecil.
15 Tahun
Apa sajakah yang udah gue lakuin sepanjang 15 Tahun gue? Bergunakah? Sudahkah gue membahagiakan orang-orang disekitar gue? Belum...

Bayangin, 15 tahun itu terasa cepet banget. Entah kenapa,
waktu dimana gue masih duduk di bangku warna-warni di TK itu seperti baru aja gue rasain kemaren. pertama kalinya gue masuk SD, pake seragam putih-merah, pertama kalinya gue diperbolehkan memakai bulpoint untuk menulis di buku tulis, pertama kalinya gue masuk ke SMP, pake seragam putih-biru, ketemu sama temen-temen baru, dan berusaha melupakan kenangan masa lalu.

Dan sekarang. Here I am. A 15 years old girl in freshman year. pertama kalinya gue masuk SMA, ketemu teman-teman baru, dan menangisi teman-teman yang lalu.

Tapi itu udah setengah tahun yang lalu.

Setengah tahun lagi, gue akan memasuki jenjang yang lebih tinggi. mungkin gue akan masuk IPS, atau IPA mungkin. Bersiap-siap untuk mempersiapkan diri ke jenjang yang lebih tinggi lagi, yaitu kelas 3, dimana gue harus udah nyiapin dari sekarang, mau jadi apa gue? mau ke universitas mana gue nanti?

Nyokap gue pernah bilang waktu gue kelas 7, "3 tahun itu cepet loh"

ya, 3 tahun itu cepet. dan 3 tahun lagi, gue akan lulus SMA.

dan 3 tahun yang lalu, gue masih seorang bocah SMP yang baru lulus SD. duduk di bangku kayu paling pojok, sama Almas. terus kelas dipisah-pisah lagi, dan gue masuk kelas 7-6. tepat 3 tahun yang lalu, gue mengisi formulir ekskul, yang gue ambil pun hanya PMR. siapa yang menyangka gue akan ikut ekskul pramuka nantinya? dan siapa yang menyangka setahun setelahnya, gue adalah seorang wakil ketua ekskul PMR? dan setahun setelahnya lagi, gue memberikan jabatan gue itu ke adek kelas gue, Fatiyah. malah sekarang, dia udah copot jabatan, dan memberikannya lagi ke adek kelasnya.

Siapa yang menyangka gue bakal berada di sekolah ini? nyangkut di kelas bernama Sapudugem?

dan disinilah gue, akan menghabiskan 3 tahun gue yang akan datang, dan masih menduga-duga apa saja yang bisa terjadi selama 3 tahun mendatang.

menduga-duga, yeah. siapa yang akan menyangka gue akan lulus dari SMA dengan NEM yang tinggi (Amin), masuk universitas impian.

siapa coba yang bisa menyangka?

10 tahun yang lalu lo mungkin masih anak ingusan, 10 tahun yang akan datang lo mungkin jadi orang yang ngobatin anak-anak yang lagi ingusan (apaansih ini rancu banget).

10 tahun yang akan datang, gue mungkin kembali ke SMA, bukan untuk belajar, namun untuk reunian. mungkin gue udah menikah, punya anak. dan gue membawa mereka saat reunian. ketemu sama Lulu, atau Nabila, yang udah jadi orang-orang sukses (AMIN. makasih lu semua udah gue doain). ketemu Indra yang bawa anaknya, si puchinia.

Hayalan gue terlalu tinggi kah? Hayalan itu memang selalu tinggi, adakah yang berhayal jadi tukang sapu sekolah 10 tahun yang akan datang?

Atau kemungkinan terburuknya....Apakah kita masih punya cukup umur untuk bisa melihat 10 tahun yang akan datang?

1 comment:

  1. unyuuuuuuuuu, aaaarrgh, Apriiiiil, jadi sedih bacanya.. ;)

    ReplyDelete

Tanya kenapa?